Pengertian dan Penerapan Metode User Centered Design
USER CENTERED DESIGN
A. Pengertian User Centered Design
User Centered Design (UCD) atau bisa disebut juga User
Driven Development (UDD) merupakan suatu kerangka proses yang tidak terbatas
pada interface atau teknologi dimana tujuan kegunaan, karakteristik pengguna,
lingkungan, tugas dan alur kerja suatu produk, serta layanan atau proses
diberikan perhatian yang luas untuk setiap tahapan dalam proses desain. UCD
dapat dicirikan sebagai proses pemecahan masalah multi stage yang tidak hanya
mengharuskan desainer menganalisis dan membayangkan kecenderungan pengguna
dalam mengonsumsi suatu produk, tapi juga memvalidasi asumsi pengguna mengenai
perilaku mereka di dunia nyata.
Pengujian ini dilakukan dengan/tanpa pengguna aktual pada setiap tahap proses mulai dari persyaratan, model pra-produksi dan pasca produksi, menyelesaikan siklus pembuktian kembali dan memastikan bahwa “pengembangan berlanjut dengan pengguna sebagai pusat fokus.” Pengujian semacam itu sangat dibutuhkan karena sering kali desainer produk kesulitan untuk memahami secara intuitif seperti apa pengalaman pertama pengguna terhadap desain mereka, dan seperti apa bentuk kurva belajar/learning curve para pengguna. UCD biasanya digunakan dalam industri desain, dan dianggap dapat meningkatkan penggunaan produk .
B. Manfaat User Centered Design
Dilansir dari Product Tribe, salah satu alasan utama mengapa sebuah proyek
IT gagal adalah karena desain user
experience yang buruk. Hal ini disampaikan oleh Susan
Weinschenk, Ph.D dari Human Factors International di Amerika Serikat. Umumnya,
proyek yang gagal ini tidak dapat memberikan apa yang dibutuhkan pengguna,
gagal dalam membuat sarana komunikasi pelanggan, pengembang, dan pengguna
dengan baik, serta konflik politik stakeholder. Selain itu,
tujuan proyek pun tidak realistis dan evaluasi tidak dilakukan dengan tepat.
Nah, solusi permasalahan-permasalahan ini adalah dengan menerapkan user-centered design yang mampu memberi pedoman kerangka kerja khusus untuk produk yang sesuai dengan pengguna. Salah satu contoh nyata perusahaan yang merasakan manfaat user-centereddesign adalah Microsoft. Perusahaan teknologi raksasa ini mengubah strateginya menjadi user-centered atau berfokus pada pengguna. Microsoft memastikan bahwa meskipun teknologi yang diberikan semakin maju, semuanya harus bisa didesain sesuai dengan para penggunanya. Hal ini mendorong bisnis yang lebih sukses, di mana kepuasan pengguna dapat diraih dan tujuan bisnis pun terpuaskan.
C.
Prinsip
– Prinsip User Centered Design
Dalam User Centered Design, ada beberapa prinsip yang harus
diperhatikan, yaitu:
1.
Fokus pada pengguna
Berhubungan dengan pengguna atau calon pengguna dalam sebuah
perancangan merupakan hal yang harus dilakukan agar karakteristik
anthropometric, sikap, dan kognisi pengguna dapat dipahami.
2.
Perancangan terintegrasi
Sistem bantuan, dukungan teknis, antarmuka pengguna,
prosedur instalasi dan konfigurasi harus dimasukkan dalam perancangan.
3.
Pengujian pengguna
Perlu adanya observasi terhadap perilaku pengguna, wawasan
terhadap problem solving, evaluasi terhadap umpan balik, dan motivasi yang kuat
jika ingin ada perubahan terhadap rancangan.
4. Perancangan interaktif
Berdasarkan hasil pengujian yang tadi sudah dilakukan, untuk mencapai perancangan yang interaktif, sistem harus dideskripsikan, dirancang, dan diuji berkali-kali.
D.
Proses
User Centered Design
Tujuan dari user centered Design
adalah untuk membuat produk memiliki kegunaan yang tinggi. Hal ini termasuk
juga seberapa nyaman suatu produk dalam penggunaan, pengelolaan, keefektifan,
serta seberapa baik produk dipetakan sesuai dengan kebutuhan pengguna.
Berikut adalah tahapan umum dalam proses UCD.
1.
Tentukan konteks penggunaan
Identifikasi
siapa yang akan menjadi pengguna utama produk, mengapa mereka mau menggunakan
produk, serta apa syarat dan lingkungan seperti apa mereka bisa menggunakannya.
2.
Tentukan persyaratan
Setelah
konteksnya ditentukan, identifikasilah persyaratan granular produk. Proses ini
dapat memfasilitasi para desainer untuk membuat storyboard dan menetapkan
tujuan penting untuk membuat produk sukses.
3.
Buat solusi dan pengembangan desain
berdasarkan tujuan dan persyaratan produk,
mulailah proses iteratif desain dan pengembangan produk.
4.
Evaluasi produk
desainer produk menguji kegunaan untuk mendapatkan umpan balik pengguna terhadap produk. Evaluasi produk merupakan langkah penting dalam pengembangan produk yang memberikan umpan balik kritis terhadap produk.
Untuk langkah selanjutnya, prosedur di atas akan diulang untuk menyelesaikan produk lebih lanjut. Tahapan-tahapan ini merupakan bentuk pendekatan umum. Faktor-faktor seperti tujuan desain, tim dan timeline, serta lingkungan dimana produk dikembangkan, menentukan tahap yang tepat untuk suatu proyek dan pesanan.
E.
Elemen
User Centered Design
Sebagai
contoh sudut pandang UCD, elemen penting dari UCD dalam situs web adalah considerations
of visibility, accessibility, legibility, dan language.
a)
Visibility
Visibilitas membantu pengguna membangun model mental
dokumen. Model ini membantu pengguna memprediksi efek dari tindakan mereka saat
menggunakan dokumen. Elemen-elemen penting (seperti yang membantu navigasi)
harus tegas. Pengguna harus bisa mengetahui dengan sekejap apa saja yang bisa
atau tidak bisa dilakukan dengan dokumen.
b)
Accessibility
Pengguna harus bisa menemukan informasi dengan cepat dan
mudah di seluruh dokumen, terlepas dari panjang pendeknya dokumen. Pengguna
harus ditawari berbagai cara untuk menemukan informasi (seperti elemen
navigasi, fungsi pencarian, daftar isi, bagian yang diberi label dengan jelas,
nomor halaman, kode warna, dll.). Elemen navigasi harus konsisten dengan genre
dokumen.
c)
Legibility
Teks harus mudah dibaca. Melalui analisis situasi retoris,
desainer harus bisa menentukan gaya font yang berguna. Misalnya, font dan teks
hias jika semuanya menggunakan huruf besar akan sulit dibaca. Hal ini dapat diatasi
dengan menggunakan huruf cetak miring dan tebal jika digunakan dengan benar.
Kontras yang tinggi antara teks dan latar belakang meningkatkan keterbacaan.
Teks gelap dengan latar belakang terang yang paling mudah dibaca.
d)
Language
Jenis bahasa yang digunakan tergantung pada situasi retoris
yang ada. Kalimat pendek sangat membantu, seperti teks yang digunakan dalam
penjelasan. Namun hal ini tidak berlaku pada jargon atau istilah teknis. Banyak
penulis akan memilih untuk menggunakan kalimat aktif, kata kerja, dan struktur
kalimat sederhana.
F.
Contoh User
Centered Design
· Contoh penerapan User-centered Design
yang baik ditunjukkan oleh website Osprey.com.





Belum ada Komentar untuk "Pengertian dan Penerapan Metode User Centered Design"
Posting Komentar